News - Perkara senggolan motor di jalanan berujung pada kejadian tragis. Seorang pria yang bekerja di toko roti di Cengkareng, Jakarta Barat, kehilangan nyawanya setelah diserang menggunakan celurit.
Insiden berdarah ini terjadi di Jalan Pedongkelan Barat RT 004 RW 013, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada siang hari, Senin, (04/ 05/2026). Korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan dengan banyak darah.
Korban yang bernama A merupakan penduduk dari Pandeglang, Banten. Sangat disayangkan, ia baru bekerja setengah hari di toko roti di daerah Cengkareng.
Pelaku yang berinisial RS melarikan diri setelah melakukan penyerangan. Namun, kurang dari satu hari, pelaku berhasil ditangkap setelah bersembunyi di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.
Saat ini, RS berada di Mapolda Metro Jaya untuk dimintai pertanggungjawaban atas tindakan kejamnya. Berikut informasi selengkapnya, dirangkum detikcom, Rabu (06/05/2026).
Dipicu Senggolan di Jalan
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, yang dikenal sebagai Rohim, menjelaskan alasan di balik penyerangan tersebut. Kejadian ini diawali oleh percekcokan setelah motor pelaku bersenggolan dengan motor korban.
"Awalnya ada adu mulut antara pelaku dan korban di sekitar lokasi kejadian, karena motor pelaku hampir menabrak motor korban," ungkap Rohim dalam keterangan resminya pada Selasa (05/05/2026).
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit setelah peristiwa itu. Sayangnya, korban dinyatakan sudah meninggal.
Korban Tewas Usai Dibacok
Dalam pemeriksaan di polisi, RS mengaku melakukan penyerangan karena marah dengan ucapan korban. Dalam keadaan emosional, pelaku membacok korban menggunakan celurit yang dibawanya.
"Korban mengucapkan kata-kata kasar kepada pelaku, lalu pelaku langsung membacoknya di bagian dada kiri dan korban terjatuh dengan seketika," jelas Rohim.
"Awalnya ada adu mulut antara pelaku dan korban di sekitar lokasi kejadian, karena motor pelaku hampir menabrak motor korban," ungkap Rohim dalam keterangan resminya pada Selasa (05/05/2026).
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit setelah peristiwa itu. Sayangnya, korban dinyatakan sudah meninggal.
Korban Tewas Usai Dibacok
Dalam pemeriksaan di polisi, RS mengaku melakukan penyerangan karena marah dengan ucapan korban. Dalam keadaan emosional, pelaku membacok korban menggunakan celurit yang dibawanya.
"Korban mengucapkan kata-kata kasar kepada pelaku, lalu pelaku langsung membacoknya di bagian dada kiri dan korban terjatuh dengan seketika," jelas Rohim.
Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.
