MANHATTAN, NEW YORK – Sebuah aksi protes politik yang berujung maut mengguncang pusat kota New York. Seorang pria asal Tibet tewas mengenaskan setelah nekat membakar dirinya sendiri tepat di depan Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pihak berwenang dan sejumlah aktivis mengonfirmasi bahwa tindakan ekstrem ini murni merupakan bentuk protes politik luar biasa.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, petugas darurat langsung bergegas ke lokasi kejadian di kawasan Manhattan sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Di sana, mereka menemukan korban dalam kondisi kritis akibat luka bakar yang sangat parah di sekujur tubuhnya. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bellevue, nyawa pria tersebut tetap tidak tertolong akibat luka-luka fatal yang dideritanya.
Kondisi di luar area Markas Besar PBB di Manhattan setelah insiden tragis berlangsung.
Sejumlah saksi mata dan rekan aktivis mengidentifikasi korban sebagai Lobga Rangzen. Sebelum menyulut api ke tubuhnya, Rangzen dilaporkan sempat membawa bendera Tibet dan menyebarkan selebaran protes yang berisi tuntutan keras untuk mengakhiri kekuasaan China di tanah kelahirannya, Tibet. Detik-detik aksi mengerikan ini bahkan sempat terekam dalam sebuah siaran langsung (livestream) di media sosial.
"Rangzen dikenal oleh rekan-rekannya sebagai pendukung setia gerakan 'Free Tibet' (Tibet Merdeka) yang telah menetap di Amerika Serikat selama kurang lebih dua dekade."
Para aktivis menyatakan bahwa aksi bakar diri ini sengaja dilakukan demi memutus kebuntuan dan menarik perhatian dunia internasional terhadap situasi yang terjadi di Tibet, sekaligus bentuk perlawanan nyata terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah China di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, Departemen Kepolisian New York (NYPD) masih terus melakukan penyelidikan mendalam di lokasi. Di sisi lain, pejabat PBB mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi di luar area markas besar setelah seluruh agenda pertemuan hari itu selesai, sehingga tidak sampai mengganggu operasional internal PBB.
Konten ini memuat informasi mengenai tindakan ekstrem maut (bakar diri) yang murni didasari aksi protes politik luar negeri. Dilarang keras meniru tindakan membahayakan atau segala bentuk aksi yang mengancam keselamatan nyawa.
